Sinergi Cegah Korupsi, LDII Majalengka Apresiasi Safari Keagamaan Kemenag
Majalengka, 20 Mei 2025 — Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Majalengka H Atje Kusnadi M, S. IP menghadiri undangan Safari Keagamaan Anti Korupsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Majalengka di MAN 2 Rajagaluh. Kegiatan ini diikuti oleh tokoh agama, pemuka agama, pendidik keagamaan, penyuluh agama, dan penghulu se-Kabupaten Majalengka.
Acara yang digelar pada Selasa, 20 Mei 2025 ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi wadah edukatif yang bertujuan menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat melalui jalur keagamaan.
Drs. H. Ajam Mustajab, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa korupsi adalah tindakan yang sangat merugikan rakyat dan tidak bermoral. “Korupsi seperti mengambil uang negara untuk kepentingan pribadi, yang akhirnya menyengsarakan masyarakat. Kemiskinan yang masih banyak terjadi di negeri ini adalah dampak langsung dari korupsi,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan safari ini sebagai cerminan agar tidak tergoda melakukan tindakan amoral dalam berbagai sektor, seperti:
Politik
Pendidikan
Pemerintahan desa
Kesehatan
Infrastruktur dan sektor-sektor lainnya
LDII, sebagai ormas keagamaan yang berkomitmen pada pembinaan moral dan akhlak umat, menyambut baik program ini dan siap mendukung upaya-upaya pencegahan korupsi melalui dakwah dan pendidikan agama.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo turut memberikan pemaparan tentang pentingnya peran masyarakat dalam pemberantasan korupsi sesuai amanat Undang-Undang No. 19 Tahun 2019. “Masyarakat tidak boleh tinggal diam. Yang menyuap dan disuap akan sama-sama dikenai hukuman,” tegasnya.
Ia juga membeberkan data kasus korupsi hingga tahun 2024, di antaranya:
Swasta: 468 kasus
Pejabat eselon I-IV: 437 kasus
Anggota DPR/DPRD: 363 kasus
Kepala daerah (bupati/wakil): 171 kasus
Gubernur: 30 kasus
Lain-lain: 245 kasus
Ibnu menegaskan bahwa KPK tidak memiliki cabang di tingkat kabupaten, kecamatan, ataupun desa. Oleh karena itu, keterlibatan tokoh agama seperti yang dihadirkan dalam kegiatan ini sangat penting dalam memperluas pengawasan dan edukasi antikorupsi di tingkat masyarakat.
LDII berharap, melalui kegiatan seperti ini, seluruh lapisan masyarakat dapat berperan aktif dalam membangun Indonesia yang bersih, berintegritas, dan berkeadilan.

