Angkat Isu Kenakalan Remaja, LDII Hadirkan TNI sebagai Narasumber
Generasi muda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan pengajian bertajuk “Talk Show bareng TNI” pada Minggu (5/4/2026). Acara yang mengangkat tema “Remaja Salah Jalan, Masa Depan Jadi Taruhan” ini berlangsung di Masjid Baitul Izzah dan dihadiri oleh ratusan Generasi Muda LDII Indramayu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pondok Pesantren Baitul Izzah LDII, Taufik Nur Amin, Wakil Ketua DPD LDII Indramayu, Edi Susanto serta Ketua PC LDII Kandanghaur, Johadi Sastro. Sementara itu, materi disampaikan oleh perwakilan dari Koramil Kandanghaur, yakni Sertu Casdik dan Serda Puji Setiyanto.
Dalam penyampaiannya, Sertu Casdik menyoroti maraknya kenakalan remaja, khususnya aksi tawuran yang melibatkan anak muda. Ia mengingatkan agar generasi muda LDII tidak terlibat dalam kegiatan negatif tersebut.
“Sekarang marak terjadi kumpulan anak muda yang tawuran. Saya berharap Generasi Muda LDII jangan sampai terlibat dalam hal tersebut. Jika melihat kejadian seperti itu, segera laporkan kepada kami agar bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada generasi muda LDII yang dinilai memiliki karakter religius dan berakhlak baik.
“Saya melihat generasi muda LDII adalah generasi yang agamis. Harapannya, bisa menjadi contoh dan teladan bagi generasi muda lainnya,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Johadi Sastro menegaskan bahwa akar utama dalam mengatasi kenakalan remaja adalah pemahaman agama yang kuat.
“Hal yang paling penting dalam menangani problem kenakalan remaja adalah kefahaman agama. Dengan bekal agama yang kuat, generasi muda akan mampu membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan,” jelasnya.
Pada Kesempatan yang sama Ketua Pondok Pesantren Baitul Izzah, Taufik Nur Amin mengajak seluruh generasi muda untuk memanfaatkan masa remaja dengan kegiatan positif dan bermanfaat.
“Masa muda adalah masa yang sangat menentukan masa depan. Pendidikan generasi muda harus berhasil secara menyeluruh, mencakup tiga aspek utama, yaitu pendidikan agama, pendidikan dunia, dan pendidikan karakter. Ketiganya harus berjalan seimbang agar melahirkan generasi yang Profesional dan religius.” Ujarnya
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan sekaligus penguatan karakter generasi muda LDII agar terhindar dari kenakalan remaja serta mampu menjadi generasi yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing.


